Sunday, April 14, 2013

Kesetiaan orang Rekhab” (Yeremia 35)



Rhekhab adalah kaum yang miskin budak, tapi karna kesetiaannya, mereka diangkat Tuhan dan keturunannya tidak putus-putus untuk melayani Tuhan. Apa yang membuat Tuhan begitu suka terhadap kaum ini.  Pada saat jaman raja Yohakim, mereka dibawa ke ruang khusus, (dekat kamar pembesar) dalam versi terjemahan bahasa Inggrisnya, mereka dibawa ke salah satu ruangan di rumah Tuhan, diberi minum anggur. Tetapi mereka menolak untuk meminum anggur, karena kaum ini mendengarkan dan berpegang teguh pada apa yang dikatakan pendahulu mereka. Sedangkan orang Yehuda, adalah orang-oramg yang susah diatur, walau sudah seringkali ditegur, mereka tetap berbuat apa yang jahat dimata Tuhan. Sementara orang Rekhab, adalah orang asing atau sebagai pendatang yang sangat taat. Salah satu poin yang penting disini adalah ketaatan. Orang Rekhab taat kepada pemimpinnya, dan pemimpin adalah orang-orang yang dipilih Tuhan untuk memimpin suatu bangsa. Pada jaman dahulu Tuhan berbicara melalui pemimpin. Jika kita sudah tidak taat kepada pemimpin yang kelihatan , bagaimana kita berkata bahwa kita bias taat kepada Tuhan yang tidak kelihatan? Jadi orang Yehuda menggambarkan orang. Kristen yang tidak taat dan tidak menghargai Tuhan dan pemimpinnya. Alkitab berkata, setiap kali Tuhan menegur bangsa Yehuda, mereka tidak meresponi dengan baik, mereka terus berlaku jahat dimata Tuhan, Itulah sebabnya Tuhan mengijinkan mereka untuk mengalami penderitaan. Maksud dan tujuan Tuhan disini adalah agar orang Yehuda bertobat, berbalik ke jalan Tuhan. Dalam kehidupan kita sehari-hari juga, saat mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan, mari koreksi kembali. Setiap hal yang terjadi, mari memilih unruk meresponinya dengan positif dan kita pengalami perubahan karakter yang menyenangkan hati Tuhan.
Disisi lain, orang-orang Rekhab mengalami suatu perubahan yang begitu significant, artinya juga Tuhan memberi kesempatan kepada setiap orang untuk mendapatkan hal-hal yang luarbiasa yang sudah menjadi bagian kita, yang Tuhan sediakan. Jika kita renungkan… anak-Nya yang Tunggal, yang paling berharga Dia berikan, bukankah kita sangat istimewa dimata Tuhan? Ada masanya Tuhan mengangkat orang-orang yang taat, tekun, dan mengasihiNya. Mari setia dalam menjalani proses-proses, yang tentunya sesuai dengan porsi kita masing-masing. Ya…. setiap orang memiliki proses hidup tersendiri, hendaklah hati kita tetap bersyukur dalam menjalaninya karena tidak ada yang sia-sia saat kita mengikut Dia, tiba waktuNya Dia akan menyatakan kemuliaan demi kemuliaan untuk setiap bagian dalam hidup kita. Amin.

No comments:

Post a Comment